Perangkat Pelacak GPS Cepat Menjadi Sangat Tidak Terpisahkan

No Comments

Tampaknya aneh untuk berpikir bahwa hanya beberapa tahun yang lalu perangkat GPS adalah anak-anak terbaru di blok tersebut. Sekarang teknologi panas ini menjadi semakin tak tergantikan dalam hidup kita. Sistem pelacakan GPS ditemukan di mana-mana dan memiliki banyak kegunaan – mulai dari navigasi kendaraan – mobil, sepeda motor, kapal, pesawat terbang – hingga pelacakan armada, untuk mengawasi keberadaan anak-anak dan hewan peliharaan, hingga ekspedisi hiking, hingga pemburu harta karun di perjalanan Geocaching, hingga pemancing yang menggunakannya untuk mencari ikan.

GPS. singkatan dari Global Positioning System, didukung oleh teknologi kompleks yang awalnya dikembangkan di AS untuk keperluan militer. Unit genggam GPS kami terhubung dengan sistem satelit yang rumit di orbit geostasioner di sekitar Bumi. Satelit-satelit ini terus-menerus menyiarkan sinyal radio, dan alat pelacak GPS menerima sinyal-sinyal ini dan menggunakan teknik triangulasi untuk menentukan lokasi persisnya di permukaan Bumi. Biasanya, perangkat akan menerima sinyal dari setidaknya tiga satelit untuk mencapai ini.

Sebelum kalkulasi triangulasi dapat dilakukan, penerima GPS harus memverifikasi posisi setidaknya tiga satelit, dan jarak yang tepat dari masing-masing satelit ke dirinya sendiri.

Sinyal radio yang dikirimkan oleh satelit mengandung tiga jenis informasi: data almanak, data ephemeris dan kode pseudorandom. Data ephemeris digunakan untuk menentukan lokasi tepat dari satelit. Jarak dihitung dari kecepatan sinyal, atau waktu tunda antara siaran dan penerimaan. Dengan informasi ini, sistem pelacakan GPS dapat menggunakan triangulasi matematika dasar untuk menentukan posisi sebenarnya dalam hal ketinggian, garis lintang dan garis bujur.

Penerima GPS sangat akurat – biasanya dalam radius dua puluh meter. Ada teknologi yang tersedia yang dapat meningkatkan akurasi ini lebih jauh: beberapa receiver menggunakan beberapa saluran paralel untuk mencapai tingkat akurasi dalam lima belas meter. Sistem yang lebih kompleks seperti WAAS (Wide Area Augmentation System) dan DGPS (Differential GPS) dapat mengurangi jarak hingga tiga meter yang mengesankan.

Namun demikian, ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan bahkan perangkat GPS yang paling canggih untuk mengembalikan lokasi yang tidak akurat. Sinyal radio bisa menjadi tertunda selama perjalanan melalui troposfer dan ionosfer. Sinyal terkadang memantul objek yang membuat sinyal multipath. Kondisi cuaca yang buruk dapat mencegah satelit yang cukup terlihat oleh penerima.

Namun masalah ini jarang terjadi, dan banyak yang dapat diperbaiki oleh perangkat lunak yang dibundel dengan penerima, dan sebagian besar pengguna lebih dari senang dengan keakuratan alat pelacak GPS mereka.

Teknologi telah memberi kita banyak hadiah luar biasa, dan GPS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang dalam waktu beberapa tahun yang singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *